Lompat ke konten

Hasil Norwegia vs Inggris 1-2: Bellingham Jadi Pembeda di Miami

Inggris menaklukkan Norwegia 2-1 setelah extra time. Dua gol Jude Bellingham membawa Three Lions ke semifinal Piala Dunia 2026.

Hasil Norwegia vs Inggris di Babak Perempat Final Piala Dunia 2026

Inggris harus bermain selama 120 menit untuk mengakhiri perlawanan Norwegia pada babak perempat final Piala Dunia FIFA 2026. Bertanding di Miami Stadium pada 11 Juli 2026, The Three Lions menang 2-1 setelah melalui babak tambahan waktu.

Andreas Schjelderup sempat membawa Norwegia unggul pada menit ke-36. Jude Bellingham kemudian menyamakan kedudukan pada menit 45+2 sebelum mencetak gol keduanya pada menit ke-93.

Skor akhir memang berpihak kepada Inggris, tetapi pertandingan ini jauh dari kata mudah. Norwegia mampu memaksa tim asuhan Thomas Tuchel bertahan dalam waktu lama, menciptakan sejumlah peluang berbahaya, dan bahkan sempat melihat satu gol mereka dianulir VAR.

Pada akhirnya, pembeda pertandingan bukan dominasi mutlak atau rangkaian serangan spektakuler. Pembeda itu bernama Jude Bellingham.

Ringkasan Hasil Norwegia vs Inggris

Kemenangan ini membawa Inggris ke semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2018. Sementara itu, perjalanan bersejarah Norwegia harus terhenti setelah mereka mencapai babak perempat final pertamanya.

Babak Pertama: Norwegia Menghukum Inggris yang Terlalu Lambat

Babak Pertama - Norwegia Menghukum Inggris yang Terlalu Lambat

Inggris mengambil inisiatif penguasaan bola sejak awal pertandingan. Declan Rice dan Elliot Anderson menjadi titik awal sirkulasi, sedangkan Bellingham ditempatkan di belakang Harry Kane dalam formasi dasar 4-2-3-1.

Namun, penguasaan bola tersebut tidak langsung menghasilkan ancaman nyata. Tempo distribusi Inggris relatif lambat sehingga blok pertahanan Norwegia mempunyai cukup waktu untuk kembali ke posisinya.

Saat tidak menguasai bola, Norwegia merapatkan formasi 4-3-3 menjadi menyerupai 4-5-1. Patrick Berg, Sander Berge, dan Martin Ødegaard menjaga area tengah agar Bellingham tidak mudah menerima bola dengan posisi menghadap gawang.

Peluang berbahaya pertama Inggris baru tercipta pada menit ke-23. Nico O’Reilly melewati penjagaan di sisi kiri sebelum mengirim umpan ke depan gawang. Sayangnya, tidak ada pemain Inggris yang datang tepat waktu untuk menyelesaikannya.

Norwegia merespons dengan pendekatan yang lebih langsung. Keberadaan Erling Haaland dan Alexander Sørloth membuat mereka mampu melewati tekanan awal Inggris tanpa harus membangun serangan melalui banyak operan. Salah satu sundulan Haaland sempat menguji Jordan Pickford, tetapi kiper Inggris itu mampu mengamankan bola.

Gol pembuka kemudian datang pada menit ke-36. Schjelderup memperoleh ruang di sisi kiri sebelum melepaskan tembakan yang tidak dapat dijangkau Pickford. Bola mengenai tiang dan masuk ke gawang, membawa Norwegia unggul 1-0.

Gol tersebut memperlihatkan masalah utama Inggris pada babak pertama: mereka menguasai bola, tetapi tidak sepenuhnya mengontrol pertandingan.

Norwegia semakin percaya diri setelah unggul. Sørloth dan Ødegaard mendapatkan kesempatan untuk menggandakan kedudukan, tetapi Pickford kembali menjadi penyelamat Inggris.

Bellingham Menyamakan Skor Sebelum Turun Minum

Bellingham Menyamakan Skor Sebelum Turun Minum
Kredit Gambar: Reuters

Ketika Norwegia terlihat siap menutup babak pertama dengan keunggulan, Inggris akhirnya menemukan celah dari sisi kiri.

Anthony Gordon bergerak ke area berbahaya dan mengirim umpan tarik kepada Bellingham. Gelandang Inggris tersebut mengontrol bola, mendekati gawang, lalu melepaskan tembakan rendah ke sudut jauh. Skor berubah menjadi 1-1 pada menit 45+2.

Pergerakan itu menunjukkan kualitas utama Bellingham. Ia tidak hanya menunggu bola di antara lini, tetapi juga membaca kapan harus masuk ke kotak penalti. Ketika perhatian pertahanan Norwegia tertuju kepada Kane, Bellingham muncul sebagai penyelesai kedua.

Inggris sempat mengira telah berbalik unggul ketika Kane membobol gawang Ørjan Nyland. Namun, gol tersebut dianulir karena striker Inggris itu sudah berada dalam posisi offside.

Babak pertama pun ditutup dengan skor 1-1.

Kontroversi Sebelum Gol Penyeimbang Inggris

Kontroversi Sebelum Gol Penyeimbang Inggris

Proses menuju gol pertama Bellingham memunculkan perdebatan setelah pertandingan. Bola hasil tendangan gawang Nyland terlihat memiliki lintasan tidak biasa dan diduga menyentuh kabel kamera udara sebelum kembali dimainkan oleh Inggris.

Apabila bola benar-benar mengenai benda eksternal, pertandingan seharusnya dihentikan dan dilanjutkan dengan drop ball. Namun, insiden tersebut tidak terdeteksi oleh perangkat pertandingan dan permainan tetap berlanjut hingga terciptanya gol.

FIFA kemudian menyatakan bahwa sensor di dalam bola tidak menunjukkan adanya kontak dengan kabel. Karena tidak terdapat bukti teknologi yang mendukung dugaan tersebut, gol Bellingham tetap disahkan.

Insiden ini layak dicatat sebagai momen kontroversial, tetapi tidak tepat disebut sebagai kesalahan yang sudah terbukti. Tayangan visual dan data sensor memberikan dua gambaran berbeda.

Babak Kedua: Norwegia Justru Lebih Mengancam

Thomas Tuchel melakukan dua pergantian setelah jeda. Bukayo Saka dan Eberechi Eze masuk menggantikan Anthony Gordon serta Declan Rice.

Pergantian tersebut membuat Inggris memiliki lebih banyak pemain kreatif di area depan. Namun, keluarnya Rice juga mengurangi perlindungan di depan lini pertahanan. Anderson harus menanggung tanggung jawab lebih besar ketika Norwegia melakukan transisi.

Pada menit ke-56, Torbjørn Heggem menyambar bola liar dari situasi sepak pojok dan mengirimnya melewati Pickford. Perayaan Norwegia tidak berlangsung lama karena VAR menemukan pelanggaran Haaland di dalam kotak penalti. Gol pun dianulir.

Momen itu tidak menghentikan tekanan Norwegia. Kristoffer Ajer hampir mengembalikan keunggulan timnya melalui sundulan yang menghantam mistar. Antonio Nusa, yang memberikan energi baru dari sisi lapangan, juga memaksa Pickford melakukan penyelamatan.

Inggris terlihat kesulitan mengembangkan permainan pada periode ini. Jarak antarlini mereka melebar, sedangkan Kane mulai terisolasi karena suplai bola dari lini tengah berkurang.

Bagi Timnas Norwegia, babak kedua menjadi bukti bahwa mereka tidak sekadar mengandalkan Haaland. Intensitas pressing, ancaman bola mati, dan keberanian para pemain sayap membuat Inggris tidak pernah benar-benar nyaman.

Meski demikian, Norwegia gagal mengubah tekanan tersebut menjadi gol. Skor 1-1 bertahan sampai berakhirnya waktu normal dan pertandingan dilanjutkan ke extra time.

Extra Time: Bellingham Mengambil Kesempatan yang Tidak Boleh Terbuang

Extra Time - Bellingham Mengambil Kesempatan yang Tidak Boleh Terbuang

Inggris kembali tampil agresif pada awal babak tambahan waktu. Mereka mencoba menekan lebih tinggi ketika kondisi fisik para pemain Norwegia mulai menurun.

Hanya tiga menit setelah extra time dimulai, Morgan Rogers melepaskan tendangan jarak jauh yang ditepis Nyland. Bellingham bereaksi lebih cepat daripada pemain bertahan Norwegia dan menyambar bola muntah untuk mengubah skor menjadi 2-1.

Gol itu bukan tercipta dari pola serangan yang rumit. Namun, justru di situlah nilai Bellingham terlihat. Dalam pertandingan ketat, kemampuan membaca arah bola kedua sering kali lebih menentukan daripada dominasi penguasaan bola.

Inggris sempat mendapatkan penalti setelah Djed Spence terjatuh di kotak terlarang. Setelah melihat tayangan ulang, wasit membatalkan keputusan tersebut karena kontak yang terjadi dinilai tidak cukup untuk menghasilkan pelanggaran.

Norwegia menggunakan sisa tenaga mereka untuk mengejar gol penyeimbang pada babak tambahan waktu kedua. Inggris kemudian menurunkan garis pertahanan, mempersempit ruang di depan Pickford, dan lebih berhati-hati dalam melepas pemain ke depan.

Pertahanan tersebut tidak selalu terlihat elegan, tetapi efektif. Peluit panjang akhirnya memastikan skor Norwegia 1-2 Inggris.

Mengapa Inggris Bisa Menang?

Kemenangan Inggris dibentuk oleh tiga faktor penting.

1. Bellingham Konsisten Masuk ke Area Penyelesaian

Norwegia cukup berhasil membatasi sentuhan Bellingham di area tengah. Namun, mereka dua kali gagal mengawasi pergerakannya saat memasuki kotak penalti.

Gol pertama tercipta setelah ia datang menyambut umpan Gordon. Gol kedua lahir karena ia mengikuti arah tembakan Rogers dan bersiap menyambar bola muntah.

Bellingham tidak mendominasi setiap fase pertandingan, tetapi ia menguasai dua momen terpenting.

2. Pickford Menjaga Inggris Tetap Hidup

Dua gol Bellingham tidak akan berarti apabila Pickford gagal menghentikan peluang Haaland, Sørloth, dan Nusa. Sang kiper menjadi fondasi kemenangan ketika Inggris kehilangan kontrol pada babak kedua.

Penyelamatannya juga memberikan waktu bagi tim untuk bertahan sampai pertandingan memasuki extra time.

3. Kedalaman Skuad Menjadi Pembeda

Saka, Eze, Rogers, dan Spence memberikan karakter berbeda setelah masuk dari bangku cadangan. Tidak semua pergantian langsung memperbaiki struktur permainan Inggris, tetapi tenaga segar mereka menjadi penting ketika pertandingan melewati 90 menit.

Tembakan Rogers yang menghasilkan gol kedua menjadi contoh paling jelas. Pada pertandingan selama 120 menit, kualitas pemain cadangan bukan lagi faktor tambahan—itu bagian dari rencana utama.

Bellingham Kembali Menjadi Pemain Penentu

Dua gol ke gawang Norwegia membawa Bellingham mengoleksi enam gol sepanjang turnamen, menyamai jumlah gol Harry Kane untuk Inggris. Ia juga sebelumnya mencetak dua gol ketika The Three Lions menyingkirkan Meksiko pada babak 16 besar.

Catatan tersebut memperlihatkan bahwa pengaruh Bellingham tidak terbatas pada kreativitas atau progresi bola. Ia telah berkembang menjadi sumber gol utama dari lini kedua.

Ketika Kane menarik bek tengah, Bellingham menyerang ruang yang ditinggalkan. Ketika serangan pertama gagal, ia mengikuti bola kedua. Ketika struktur permainan Inggris tidak bekerja sempurna, ia mampu menyelesaikan pertandingan melalui keputusan individual.

Untuk mengikuti perkembangan skuad, komposisi pemain, dan perjalanan turnamen The Three Lions, pembaca dapat melihat halaman khusus Timnas Inggris.

Haaland Dibuat Frustrasi oleh Pertahanan Inggris

Haaland memasuki pertandingan sebagai ancaman terbesar Norwegia. Ia telah mencetak tujuh gol di turnamen, tetapi untuk pertama kalinya gagal membobol gawang lawan pada Piala Dunia 2026.

Inggris tidak selalu menghentikannya dengan satu pemain. Marc Guéhi dan John Stones menjaga jarak dekat, sedangkan gelandang Inggris berusaha membatasi kualitas operan yang diarahkan kepadanya.

Haaland tetap memperoleh peluang, terutama melalui bola udara. Namun, Pickford menggagalkan kesempatan terbaiknya dan penyerang Norwegia tersebut akhirnya digantikan Jørgen Strand Larsen pada babak tambahan waktu kedua.

Norwegia tersingkir, tetapi pencapaian mereka sampai perempat final tetap menjadi salah satu perjalanan paling menarik di turnamen ini.

Inggris Akan Menghadapi Argentina di Semifinal

Inggris selanjutnya akan menghadapi Argentina di Atlanta. Pertandingan tersebut mempertemukan tim yang mengandalkan kedalaman skuad dan kemampuan bertahan dalam laga panjang dengan juara bertahan yang memiliki pengalaman besar pada fase gugur.

Informasi pertandingan berikutnya dapat dipantau melalui Jadwal Babak Perempat Besar Piala Dunia FIFA 2026, termasuk pembaruan susunan bracket menuju final.

Kondisi fisik akan menjadi salah satu perhatian utama Inggris. Bermain selama 120 menit dalam cuaca panas Miami menguras energi, sementara semifinal hanya memberikan waktu pemulihan yang terbatas.

Tuchel juga perlu mengevaluasi keseimbangan lini tengah. Memasukkan banyak pemain menyerang memang meningkatkan kreativitas, tetapi pendekatan yang sama dapat memberi Argentina ruang terlalu besar untuk melakukan transisi.

Dampak Hasil Pertandingan terhadap Evaluasi Pasar Taruhan

Hasil 2-1 setelah extra time menunjukkan pentingnya membedakan pasar hasil 90 menit dengan pasar tim yang lolos. Dalam pertandingan ini, skor masih 1-1 ketika waktu normal selesai. Kemenangan Inggris baru tercatat setelah babak tambahan waktu.

Pembaca yang mempelajari mekanisme handicap, over/under, dan ketentuan waktu penyelesaian dapat menggunakan Bursa Taruhan Piala Dunia 2026 sebagai referensi dasar sebelum membaca pasar pertandingan berikutnya.

Untuk semifinal, beberapa faktor yang patut dievaluasi meliputi kebugaran pemain Inggris setelah 120 menit, potensi rotasi Tuchel, kondisi Kane, serta kemampuan Argentina mengeksploitasi ruang di belakang lini tengah.

Pasar odds dapat berubah setelah informasi susunan pemain dan kondisi kebugaran diumumkan. Karena itu, keputusan tidak sebaiknya hanya didasarkan pada nama besar atau hasil pertandingan sebelumnya. Pembaca dapat memantau pilihan pasar yang tersedia melalui BC Game dan tetap menetapkan batas bermain yang rasional.

Susunan Pemain Norwegia vs Inggris

Norwegia (4-3-3): Ørjan Nyland; David Møller Wolfe, Torbjørn Heggem, Kristoffer Ajer, Julian Ryerson; Patrick Berg, Sander Berge, Martin Ødegaard; Andreas Schjelderup, Erling Haaland, Alexander Sørloth.

Pelatih: Ståle Solbakken.

Inggris (4-2-3-1): Jordan Pickford; Nico O’Reilly, Marc Guéhi, John Stones, Ezri Konsa; Declan Rice, Elliot Anderson; Anthony Gordon, Jude Bellingham, Noni Madueke; Harry Kane.

Pelatih: Thomas Tuchel.

Kesimpulan

Hasil Norwegia vs Inggris berakhir 1-2 setelah pertandingan berlangsung selama 120 menit. Norwegia sempat berada di posisi yang menjanjikan melalui gol Schjelderup dan tekanan kuat pada babak kedua, tetapi mereka tidak mampu memanfaatkan periode terbaiknya.

Inggris pun tidak menang karena tampil sempurna. Struktur permainan mereka beberapa kali goyah, Haaland dan rekan-rekannya memperoleh peluang, serta Pickford harus melakukan sejumlah penyelamatan penting.

Namun, pertandingan fase gugur terkadang ditentukan oleh pemain yang paling tenang ketika peluang datang. Bellingham mendapatkan dua kesempatan dan menyelesaikan keduanya. Norwegia menguji Inggris sampai batas terakhir; Bellingham memastikan batas itu tidak berubah menjadi akhir perjalanan Three Lions.

Penulis Artikel Ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *