Hasil Pertandingan Piala Dunia 24 Juni 2026: Portugal Mengamuk, Inggris Tertahan, Kroasia dan Kolombia Menang Tipis
Hasil Pertandingan Piala Dunia 24 Juni 2026: Portugal hajar Uzbekistan, Inggris ditahan Ghana, Kroasia dan Kolombia menang tipis.

Rangkaian pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 pada 24 Juni menghadirkan empat cerita berbeda: Portugal tampil paling eksplosif, Inggris frustrasi menghadapi blok rendah Ghana, Kroasia menemukan solusi dari bangku cadangan, sementara Kolombia memastikan langkah ke fase gugur lewat kemenangan tipis namun sangat berharga.
Bagi penggemar sepak bola dan pembaca yang mengikuti dinamika turnamen melalui Link Platform Taruhan BC Game, hasil-hasil ini tidak hanya penting dari sisi skor. Ada perubahan momentum grup, sinyal taktik yang makin jelas, serta gambaran tim mana yang mulai matang saat tekanan turnamen meningkat.
Empat laga utama hari ini adalah Portugal vs Uzbekistan, Inggris vs Ghana, Panama vs Kroasia, dan Kolombia vs RD Kongo. Berikut rangkuman lengkapnya.
Ringkasan Hasil Pertandingan Piala Dunia 24 Juni 2026
| Pertandingan | Skor Akhir | Pencetak Gol / Momen Kunci | Dampak Klasemen |
|---|---|---|---|
| Portugal vs Uzbekistan | 5-0 | Cristiano Ronaldo mencetak dua gol, Nuno Mendes dan Rafael Leao ikut mencetak gol, plus satu gol dari situasi bola mati/defleksi. | Portugal naik ke puncak Grup K dan membuka peluang besar lolos sebagai juara grup. |
| Inggris vs Ghana | 0-0 | Inggris dominan penguasaan bola, tetapi Ghana bertahan sangat disiplin. Benjamin Asare tampil penting di bawah mistar. | Inggris dan Ghana sama-sama mengoleksi 4 poin; Inggris tetap di posisi pertama Grup L, Ghana di posisi kedua. |
| Panama vs Kroasia | 0-1 | Ante Budimir, pemain pengganti, mencetak gol kemenangan pada menit ke-54. | Kroasia meraih 3 poin penting dan menjaga peluang lolos ke babak 32 besar; Panama masih tanpa poin. |
| Kolombia vs RD Kongo | 1-0 | Daniel Munoz mencetak gol tunggal pada menit ke-76 setelah tembakannya mengalami defleksi. | Kolombia kokoh di puncak Grup K dengan 6 poin dan memastikan lolos ke babak 32 besar. |
Portugal vs Uzbekistan: Ronaldo Dua Gol, Portugal Pesta 5-0

Portugal menjadi tim paling meyakinkan pada jadwal pertandingan 24 Juni 2026. Bermain di NRG Stadium, Houston, Selecao das Quinas menghancurkan Uzbekistan 5-0 dalam laga Grup K.
Cristiano Ronaldo menjadi pusat perhatian dengan dua gol. Kapten Portugal itu membuka skor pada menit ke-6 setelah menyambar bola hasil pergerakan Joao Cancelo dari sisi kanan. Gol cepat tersebut langsung mengubah arah pertandingan karena Uzbekistan dipaksa keluar dari rencana bertahan pasif mereka.
Portugal menggandakan keunggulan pada menit ke-17 lewat Nuno Mendes. Menariknya, gol ini lahir dari situasi yang membuat pertahanan Uzbekistan terlalu fokus membaca ancaman Ronaldo. Mendes memanfaatkan ruang tersebut dan melepaskan tembakan melengkung yang masuk ke sudut bawah gawang.
Uzbekistan sempat memberi sinyal perlawanan melalui tembakan keras G’Aniev pada menit ke-29. Namun, gol tersebut dianulir VAR karena ada pelanggaran dalam proses perebutan bola. Momen itu menjadi titik balik psikologis. Setelah peluang memperkecil skor hilang, Uzbekistan semakin sulit keluar dari tekanan Portugal.
Ronaldo kembali mencetak gol pada menit ke-39 setelah menerima umpan terobosan Bruno Fernandes. Dengan penyelesaian dingin ke pojok bawah, Portugal menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0.
Di babak kedua, dominasi Portugal tidak menurun. Gol keempat lahir dari situasi sepak pojok yang membuat bola mengenai beberapa pemain sebelum masuk ke gawang. Menjelang akhir laga, Rafael Leao menutup pesta gol pada menit ke-87 setelah menerima bola di area berbahaya dan menghantamnya ke sudut atas.
Kemenangan 5-0 ini membuat Portugal naik ke puncak Grup K dan membuka jalan besar untuk lolos sebagai juara grup. Secara taktik, Portugal terlihat sangat nyaman ketika Bruno Fernandes diberi ruang sebagai pengatur tempo, sementara Ronaldo tetap efektif sebagai finisher di kotak penalti.
Inggris vs Ghana: Dominasi Tanpa Gol, Ghana Bertahan dengan Kepala Dingin

Laga Inggris vs Ghana di Boston Stadium berakhir 0-0. Di atas kertas, Inggris lebih dominan. Namun, dominasi bola tidak selalu berarti dominasi peluang bersih.
Inggris menguasai laga sejak awal dengan membangun serangan dari lini belakang. Declan Rice, Jude Bellingham, Noni Madueke, Anthony Gordon, dan Harry Kane menjadi poros utama dalam upaya membongkar pertahanan Ghana. Namun, Ghana bertahan sangat disiplin dengan blok rapat dan jarak antarlini yang tidak mudah ditembus.
Pada menit ke-10, Rice membawa bola hingga sepertiga akhir lapangan dan mencoba menghubungkan permainan dengan Bellingham serta Kane. Kombinasi itu berhasil dipatahkan. Inggris kembali mendapat peluang dari bola mati pada menit ke-14, tetapi tembakan Rice masih melambung.
Statistik penguasaan bola Inggris yang sempat sangat tinggi tidak cukup untuk membuat Ghana panik. Tim asuhan Carlos Queiroz lebih memilih menutup ruang tengah dan menunggu momentum transisi cepat.
Di babak kedua, Ghana mulai berani mengancam. Senaya mendapat peluang pada menit ke-50 setelah menerima umpan panjang akurat, tetapi tekanan Djed Spence membuat penyelesaiannya tidak sempurna. Ghana juga sempat membuat Inggris cemas lewat pergerakan Adu, terutama ketika Jordan Pickford harus keluar dari sarangnya.
Inggris punya peluang terbaik di fase akhir. Bukayo Saka memaksa Benjamin Asare melakukan penyelamatan penting pada menit ke-86. Sundulan O’Reilly juga membentur mistar, sementara satu peluang lain disapu pemain Ghana di garis gawang pada injury time.
Hasil ini membuat Inggris dan Ghana sama-sama mengoleksi empat poin di Grup L. Inggris tetap berada di posisi pertama, sedangkan Ghana menempel di posisi kedua. Bagi pembaca yang mengikuti Piala Dunia FIFA 2026, laga ini menjadi contoh penting bahwa tim unggulan tetap bisa kehilangan dua poin ketika tidak punya variasi cukup untuk membongkar blok rendah.
Panama vs Kroasia: Budimir Jadi Pembeda dari Bangku Cadangan

Kroasia meraih kemenangan penting 1-0 atas Panama di Toronto Stadium. Ini bukan laga yang mudah bagi Vatreni. Panama tampil sangat disiplin dan cukup berani menyerang lewat transisi cepat.
Babak pertama berjalan ketat. Kroasia lebih banyak memegang bola, tetapi tidak mudah menciptakan peluang bersih. Panama justru beberapa kali mengancam lewat Cristian Martinez dan Luis Rodriguez. Dominik Livakovic menjadi sosok penting karena beberapa kali membaca situasi berbahaya dengan baik.
Kroasia baru benar-benar mendapatkan peluang berbahaya menjelang akhir babak pertama melalui Martin Baturina. Tembakan dari luar kotak penalti masih mampu ditepis kiper Panama, Orlando Mosquera. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Perubahan besar terjadi pada awal babak kedua. Zlatko Dalic memasukkan Ante Budimir dan Andrej Kramaric. Keputusan itu langsung memberi efek. Kroasia tampil lebih agresif dan memiliki target man yang lebih jelas di kotak penalti.
Pada menit ke-54, Marco Pasalic memulai gerakan penting sebelum bola dialirkan kepada Josip Stanisic. Umpan ke kotak penalti kemudian disambut Budimir untuk membawa Kroasia unggul 1-0.
Panama baru meningkatkan daya serang pada fase akhir. Cecilio Waterman dan Azarias Londono dimasukkan untuk menambah tekanan. Namun, lini belakang Kroasia tetap solid. Panama mencoba memaksa Kroasia bertahan lebih dalam, tetapi tidak punya kualitas akhir yang cukup untuk menyamakan skor.
Kemenangan ini membuat Kroasia mengoleksi tiga poin dan membuka peluang lolos ke babak 32 besar. Panama masih berada di dasar klasemen Grup L tanpa poin. Dalam konteks Bursa Taruhan Piala Dunia 2026, laga ini menunjukkan pentingnya membaca kedalaman skuad: Kroasia mungkin tidak selalu eksplosif, tetapi punya pemain pengganti yang mampu mengubah arah pertandingan.
Kolombia vs RD Kongo: Daniel Munoz Antar Los Cafeteros Lolos

Kolombia memastikan kemenangan 1-0 atas RD Kongo di Estadio Akron, Zapopan. Gol tunggal Daniel Munoz pada menit ke-76 menjadi pembeda dalam pertandingan yang berjalan cukup alot.
Kolombia sebenarnya sempat mencetak gol cepat melalui Munoz pada menit ke-6. Namun, gol tersebut dianulir karena offside setelah melalui pemeriksaan VAR. Keputusan itu tidak menghentikan tekanan Kolombia. James Rodriguez hampir mencetak gol dari tembakan jarak jauh pada menit ke-11, tetapi Lionel Mpasi-Nzau tampil sigap.
Luis Diaz juga beberapa kali menjadi sumber ancaman di sisi depan. Kolombia menguasai tempo, tetapi RD Kongo bertahan cukup rapi dan tidak memberi terlalu banyak ruang di kotak penalti.
Di babak kedua, Kolombia meningkatkan intensitas. Luis Diaz mendapat peluang dari umpan silang, sementara Jhon Arias hampir memanfaatkan bola muntah di area penalti. Namun, penyelesaian akhir masih belum cukup tajam.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-76. Daniel Munoz melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti yang mengalami defleksi dan mengecoh kiper RD Kongo. Gol ini menjadi bayaran atas tekanan panjang Kolombia sepanjang pertandingan.
RD Kongo mencoba membalas pada menit-menit akhir, tetapi Kolombia mampu menjaga struktur pertahanan. Luis Diaz sempat mencetak gol tambahan, tetapi kembali dianulir karena offside. Skor 1-0 bertahan hingga peluit akhir.
Dengan hasil ini, Kolombia kokoh di puncak Grup K dengan enam poin dan memastikan tiket ke babak 32 besar. RD Kongo masih berada di posisi ketiga dengan satu poin dan harus bekerja keras pada laga terakhir. Untuk melihat konteks jadwal berikutnya, pembaca bisa mengecek Jadwal Babak Grup Piala Dunia FIFA 2026.
Analisis Besar: Tim Favorit Tidak Selalu Menang Mudah
Empat laga ini memberi gambaran menarik tentang wajah Piala Dunia 2026. Portugal menunjukkan kualitas tim unggulan yang mampu menekan sejak awal, mencetak gol cepat, lalu mengontrol pertandingan tanpa memberi ruang comeback. Mereka terlihat siap berbicara jauh jika konsistensi lini tengah dan ketajaman depan tetap terjaga.
Inggris memberi cerita berbeda. Mereka kuat dalam penguasaan bola, tetapi belum cukup tajam ketika menghadapi lawan yang bertahan dalam. Ghana pantas mendapat kredit karena tidak terpancing keluar dari struktur. Mereka tahu kapan harus menutup ruang dan kapan harus melakukan serangan balik.
Kroasia memperlihatkan pengalaman turnamen. Tidak panik ketika babak pertama buntu, lalu menyelesaikan masalah melalui perubahan pemain. Ini karakter tim yang sering berbahaya di turnamen besar: tidak selalu cantik, tetapi tahu cara menang.
Kolombia juga menunjukkan kedewasaan. Mereka tidak kehilangan arah meski dua gol dianulir offside. Kemenangan tipis atas RD Kongo mungkin tidak spektakuler, tetapi sangat penting karena memastikan tiket ke fase gugur.
Kesimpulan
Hasil pertandingan Piala Dunia tanggal 24 Juni 2026 mempertegas bahwa fase grup mulai memasuki titik krusial. Portugal tampil paling meyakinkan dengan kemenangan besar atas Uzbekistan. Inggris harus puas dengan satu poin setelah ditahan Ghana. Kroasia menjaga peluang lewat kemenangan tipis atas Panama, sementara Kolombia memastikan kelolosan setelah menundukkan RD Kongo.
Jika hari ini punya satu pesan utama, maka jawabannya sederhana: di Piala Dunia, skor besar memang mencuri perhatian, tetapi kemenangan tipis sering kali sama berharganya. Portugal mengirim peringatan, Ghana membuktikan disiplin bisa meredam tim besar, Kroasia menunjukkan kekuatan bangku cadangan, dan Kolombia memperlihatkan mental tim yang siap melaju lebih jauh.

Rizky Santoso adalah seorang analis dan penulis konten profesional di industri iGaming dengan fokus khusus pada judi bola online dan taruhan olahraga internasional. Dengan pengalaman lebih dari 7 tahun dalam dunia sportsbook digital, Rizky dikenal karena pendekatannya yang berbasis data, transparan, dan mudah dipahami pemain Indonesia.
Ia telah meliput berbagai kompetisi sepak bola dunia serta tren taruhan online, menjadikannya salah satu sumber terpercaya bagi pembaca yang mencari panduan dan analisis tajam.
Visi & Komitmen: Sebagai bagian dari tim editorial BC Game, Rizky berkomitmen menghadirkan informasi yang akurat, terpercaya, dan berorientasi edukasi bagi komunitas pemain Indonesia.