Lompat ke konten

Hasil Prancis vs Maroko 2-0: Mbappé Bangkit, Les Bleus ke Semifinal

BC Game • Artikel berita dan analisis Piala Dunia FIFA 2026

Hasil Prancis vs Maroko 2-0 di perempat final Piala Dunia 2026. Mbappé dan Dembélé membawa Les Bleus melaju ke semifinal.

Hasil Prancis vs Maroko di Babak Perempat Final Piala Dunia 2026

Hasil Prancis vs Maroko di babak perempat final Piala Dunia 2026 berakhir 2-0 untuk Les Bleus. Di Boston Stadium, Kamis 9 Juli waktu setempat atau Jumat 10 Juli dini hari WIB, Kylian Mbappé menebus kegagalan penaltinya dengan gol pada menit ke-60. Ousmane Dembélé kemudian menggandakan keunggulan enam menit berselang.

Skor akhir terlihat nyaman, tetapi jalan Prancis tidak sepenuhnya mulus. Yassine Bounou sempat menggagalkan penalti Mbappé pada menit ke-28, sementara mistar gawang menahan tembakan Lucas Digne pada pengujung babak pertama. Prancis baru mematahkan disiplin Maroko setelah jeda—lalu menyelesaikan pertandingan melalui ledakan dua gol dalam rentang enam menit.

Kemenangan ini menjadikan Prancis tim pertama yang memastikan tempat di semifinal. Untuk melihat konteks turnamen secara menyeluruh, pembaca dapat membuka Panduan Piala Dunia FIFA 2026.

Ringkasan Hasil Prancis vs Maroko

Data pertandingan: FIFA Match Centre dan laporan pertandingan FIFA; pencapaian pemain serta catatan fase gugur diverifikasi melalui Reuters.

Babak Pertama: Bounou Menahan Penalti, Prancis Menahan Panik

Babak Pertama - Bounou Menahan Penalti, Prancis Menahan Panik
Kredit Gambar: AP/Charles Krupa

Didier Deschamps menurunkan struktur 4-2-3-1 dengan Manu Koné dan Adrien Rabiot sebagai penyeimbang di tengah. Désiré Doué, Michael Olise, dan Dembélé bergerak di belakang Mbappé. Komposisi ini memberi Prancis banyak pemain di antara lini tengah dan pertahanan Maroko, tetapi ruang tembak bersih tetap sulit ditemukan pada fase awal.

Bounou menjadi alasan utama skor bertahan imbang. Setelah lebih dulu menghalau percobaan rendah Mbappé, kiper Maroko itu membaca penalti sang kapten pada menit ke-28. Ia tidak terburu-buru menjatuhkan badan dan mampu mengamankan sepakan rendah Mbappé. Itu merupakan kegagalan penalti pertama Mbappé untuk Prancis sejak Euro 2020.

Penyelamatan tersebut seharusnya menjadi suntikan momentum bagi Timnas Maroko. Namun, Singa Atlas terlalu dalam dan kesulitan membawa bola keluar dari tekanan. Reuters mencatat Maroko tidak menghasilkan satu pun tembakan pada babak pertama. Ketika Lucas Digne menghantam mistar pada masa tambahan waktu, tanda bahaya bagi Bounou dan lini belakangnya semakin jelas.

Babak Kedua: Enam Menit yang Mengakhiri Perlawanan Maroko

Babak Kedua - Enam Menit yang Mengakhiri Perlawanan Maroko
Kredit Gambar: Tom Weller / dpa/picture alliance via Getty Images

Maroko mencoba menaikkan posisi setelah turun minum, tetapi perubahan itu sekaligus menciptakan celah yang tidak tersedia pada babak pertama. Prancis tetap sabar, tidak memaksakan umpan vertikal, dan terus memindahkan titik serangan sampai jarak antarlini Maroko mulai melebar.

Kebuntuan pecah pada menit ke-60. Mbappé menerima ruang di tepi kotak penalti, mengangkat kepala, lalu mengirim tembakan melengkung ke sudut gawang yang tidak mampu dijangkau Bounou. Bukan hanya teknik akhirnya yang menonjol; ketenangan Mbappé setelah gagal dari titik putih memperlihatkan mengapa Prancis tetap berbahaya meski rencana awal mereka tidak langsung berhasil.

Maroko belum sempat membangun respons ketika Dembélé mencetak gol kedua pada menit ke-66. Pergerakan Mbappé membuka ruang, lalu Dembélé melepaskan tembakan rendah untuk mengubah skor menjadi 2-0. Gol itu merupakan gol kelimanya di turnamen. Dalam enam menit, laga yang semula ketat berubah menjadi pertandingan yang sepenuhnya dikendalikan Prancis.

Setelah unggul dua gol, Deschamps menurunkan tempo dan mengelola tenaga pemain. Mbappé ditarik keluar setelah menerima benturan pada pergelangan kaki. Pergantian itu layak dipantau menjelang semifinal, tetapi tidak tepat langsung menyimpulkan adanya cedera serius tanpa pembaruan medis resmi.

Analisis Taktik: Mengapa Rencana Prancis Lebih Efektif?

1. Poros Koné–Rabiot menjaga serangan tetap aman

Koné dan Rabiot memberi perlindungan saat pemain depan Prancis memenuhi area antar lini. Peran mereka bukan sekadar merebut bola, tetapi juga memastikan serangan yang gagal tidak langsung berubah menjadi transisi berbahaya. Karena fondasi ini stabil, Digne dan Jules Koundé dapat mendukung sirkulasi tanpa membuat dua bek tengah terlalu terbuka.

2. Rotasi Doué, Olise, dan Dembélé menguras blok Maroko

Ketiga pemain tersebut tidak terpaku pada satu jalur. Mereka bergantian masuk ke half-space, turun menjemput bola, dan menarik penjaga keluar dari posisinya. Maroko mampu bertahan selama ruang tetap rapat. Begitu garis mereka naik pada babak kedua, rotasi Prancis mempunyai sasaran yang lebih jelas.

3. Maroko kehilangan ancaman di titik tertinggi

Tanpa Ismael Saibari yang cedera, Mohamed Ouahbi menempatkan Brahim Díaz sebagai penyerang tunggal. Secara teknis Brahim mampu menerima bola di ruang sempit, tetapi ia bukan target alami untuk menahan umpan jauh di bawah tekanan William Saliba dan Dayot Upamecano. Akibatnya, sapuan atau operan langsung Maroko sering kembali menjadi penguasaan Prancis.

4. Kualitas penyelesaian membedakan dua tim

Maroko baru mencatat tembakan tepat sasaran pada menit ke-84. Sebaliknya, Prancis mengubah dua ruang terbuka pada babak kedua menjadi dua gol. Ini bukan sekadar cerita dominasi bola; perbedaan utamanya terletak pada kemampuan mengubah momen kecil menjadi keuntungan permanen.

Mbappé Tidak Sempurna, tetapi Tetap Menentukan

Mbappé Tidak Sempurna, tetapi Tetap Menentukan
Kredit Gambar: AP/Steven Senne

Laga ini merangkum dua sisi Mbappé. Ia gagal pada momen yang biasanya menjadi spesialisasinya, lalu merespons dengan gol yang mematahkan pertandingan. Gol ke gawang Maroko adalah gol kedelapannya di Piala Dunia 2026, membuatnya sejajar dengan Lionel Messi di puncak daftar pencetak gol turnamen pada saat pertandingan berakhir.

Pada usia 27 tahun, Mbappé juga menjadi pemain termuda yang mencapai 20 penampilan Piala Dunia. Golnya adalah yang ke-20 dalam kariernya di turnamen tersebut, sementara jumlah penampilannya menyamai rekor Prancis milik Hugo Lloris. Angka-angka ini penting, tetapi pengaruh terbesarnya malam itu tetap sederhana: ia menemukan solusi ketika laga belum memberikan ruang nyaman.

Maroko Tersingkir, tetapi Perjalanannya Tetap Bernilai

Kekalahan 0-2 tidak menghapus capaian Maroko. Mereka lolos dari Grup C sebagai runner-up, menyingkirkan Belanda pada babak 32 besar, lalu melewati Kanada pada babak 16 besar. Mencapai delapan besar untuk kedua kalinya secara beruntun menegaskan bahwa performa 2022 bukan keberhasilan satu turnamen saja.

Namun, pertandingan ini juga menunjukkan batas yang harus diperbaiki. Maroko mampu bertahan dalam blok rendah, tetapi tidak memiliki jalur keluar yang konsisten saat lawan menekan. Tanpa ancaman transisi, setiap gelombang serangan Prancis berakhir dengan pertahanan Maroko harus bekerja kembali. Melawan tim dengan kedalaman seperti Timnas Prancis, pola itu terlalu mahal untuk dipertahankan selama 90 menit.

Apa Arti Hasil Ini untuk Semifinal?

Prancis kini menunggu pemenang laga Spanyol vs Belgia. Semifinal tersebut dijadwalkan berlangsung di Dallas Stadium pada 14 Juli 2026 waktu setempat atau 15 Juli WIB. Detail jalur pertandingan dapat diperiksa melalui Jadwal Babak Perempat Besar Piala Dunia FIFA 2026.

Secara kompetitif, Prancis memasuki empat besar dengan modal yang sangat kuat: tiga clean sheet dalam tiga pertandingan fase gugur, Mbappé berada dalam persaingan Sepatu Emas, dan Dembélé memberi sumber gol kedua. Tantangannya adalah kebugaran Mbappé serta kemampuan mempertahankan kontrol jika lawan semifinal mampu menekan lebih tinggi daripada Maroko.

Bagi pembaca yang mengikuti pasar pertandingan, hasil yang sudah final tidak boleh diperlakukan sebagai dasar tunggal untuk taruhan berikutnya. Periksa lawan, kondisi pemain, susunan awal, dan perubahan harga terbaru melalui Bursa Taruhan Piala Dunia 2026. Odds bersifat dinamis dan tidak ada hasil yang dijamin.

Susunan Pemain Prancis vs Maroko

Prancis (4-2-3-1): Mike Maignan; Jules Koundé, Dayot Upamecano, William Saliba, Lucas Digne; Manu Koné, Adrien Rabiot; Ousmane Dembélé, Michael Olise, Désiré Doué; Kylian Mbappé.

Pelatih: Didier Deschamps.

Maroko (4-2-3-1): Yassine Bounou; Achraf Hakimi, Issa Diop, Noussair Mazraoui, Anass Salah-Eddine; Neil El Aynaoui, Ayyoub Bouaddi; Chemsdine Talbi, Azzedine Ounahi, Bilal El Khannouss; Brahim Díaz.

Pelatih: Mohamed Ouahbi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *