Hasil Spanyol vs Argentina 1-0: La Roja Juara Piala Dunia 2026
Spanyol kalahkan Argentina 1-0 di final Piala Dunia 2026 lewat gol Ferran Torres menit 106. Simak statistik, taktik, dan susunan pemain.

Spanyol adalah juara dunia 2026. La Roja membutuhkan 120 menit untuk menaklukkan juara bertahan Argentina, tetapi skor tipis tidak menggambarkan lebar kontrol pertandingan. Spanyol unggul dalam penguasaan bola, volume tembakan, dan kemampuan menjaga lawan tetap jauh dari gawang Unai Simón.
Kemenangan ini menjadi puncak perjalanan Timnas Spanyol di turnamen. La Roja menutup final sebagai tim yang lebih berani mengambil inisiatif dan lebih konsisten menjaga struktur.
Bagi Timnas Argentina, kekalahan tersebut mengakhiri upaya mempertahankan gelar yang mereka raih pada 2022.
Final ini menutup rangkaian panjang turnamen Piala Dunia FIFA 2026 dengan satu gambaran yang tegas: Spanyol tidak menang karena satu momen kebetulan, melainkan karena terus mengulang tekanan sampai pertahanan Argentina akhirnya retak.
Ringkasan Hasil Spanyol vs Argentina
| Kompetisi | Final Piala Dunia FIFA 2026 |
| Tanggal | Minggu, 19 Juli 2026 waktu setempat |
| Waktu Indonesia | Senin, 20 Juli 2026 pukul 02.00 WIB |
| Stadion | New York New Jersey Stadium, East Rutherford |
| Skor 90 menit | Spanyol 0-0 Argentina |
| Skor akhir | Spanyol 1-0 Argentina setelah perpanjangan waktu |
| Momen penentu | Gol Ferran Torres menit 106; Enzo Fernández dikartu merah |
Babak pertama: Spanyol menguasai bola, Argentina menutup ruang

Spanyol langsung mengambil kendali melalui sirkulasi Rodri, Fabián Ruiz, dan Dani Olmo. Lamine Yamal memperoleh peluang awal setelah kombinasi cepat di sisi kanan, tetapi Emiliano Martínez menutup sudut tembak dengan baik. Pola itu menjadi tema sepanjang pertandingan: Spanyol membawa bola ke sepertiga akhir, sementara Argentina menumpuk pemain di belakang bola dan menunggu kesempatan transisi.
Argentina memakai blok menengah-rendah yang sempit. Secara defensif, pendekatan tersebut berhasil memperlambat aliran bola ke area sentral. Masalahnya, jarak antara lini tengah dan dua penyerang terlalu jauh ketika bola direbut. Lionel Messi dan Julián Álvarez jarang menerima umpan dalam posisi menghadap gawang, sehingga Argentina tidak mencatat tembakan sepanjang 90 menit waktu normal—catatan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada sebuah final Piala Dunia putra.
Lisandro Martínez kemudian harus meninggalkan lapangan karena cedera menjelang turun minum. Nicolás Otamendi masuk, tetapi pergantian itu membuat Argentina semakin berhati-hati. Skor 0-0 saat jeda lebih mencerminkan disiplin bertahan Albiceleste daripada keseimbangan dalam penciptaan peluang.
Babak kedua: pergantian pemain mengubah intensitas

Tempo tetap rapat setelah jeda. Spanyol tidak terburu-buru melepaskan umpan spekulatif; mereka terus menggeser blok Argentina dari sisi ke sisi. Luis de la Fuente lalu memasukkan tenaga segar, termasuk Ferran Torres, sebelum Nico Williams ikut menambah ancaman dari lebar lapangan. Pergantian ini penting karena kedua pemain berani menyerang ruang di belakang bek, bukan hanya menunggu bola di kaki.
Emiliano Martínez menjadi alasan pertandingan tidak selesai dalam 90 menit. Ia menggagalkan rangkaian peluang Spanyol dan menjaga Argentina tetap hidup. Namun beban bertahan terus menumpuk. Pada masa tambahan waktu babak kedua, Enzo Fernández menerima kartu kuning kedua setelah pelanggaran terhadap Pau Cubarsí. Argentina memasuki perpanjangan waktu dengan 10 pemain dan semakin sedikit jalur untuk keluar dari tekanan.
Perpanjangan waktu: kombinasi dua pemain pengganti

Spanyol menaikkan tempo ketika ruang mulai terbuka. Nico Williams sempat menyundul bola ke arah gawang dan kemudian mencetak gol yang dianulir. Tekanan itu menjadi peringatan: pertahanan Argentina sudah tidak mampu menjaga lebar dan kedalaman secara bersamaan.
Gol penentu akhirnya hadir pada menit ke-106. Bola dari sisi kanan tetap hidup di kotak penalti, Nico Williams mengarahkannya ke jalur Ferran Torres, dan sang penyerang menyelesaikan kesempatan dengan sentuhan pertama. Ferran sempat kembali mencetak gol beberapa menit kemudian, tetapi dianulir karena offside. Argentina mencoba tampil lebih terbuka pada fase akhir, namun tidak menghasilkan tembakan tepat sasaran. Peluit akhir memastikan skor Spanyol 1-0 Argentina.
Statistik Spanyol vs Argentina
| Indikator | Spanyol | Argentina |
| Penguasaan bola | 65% | 35% |
| Total tembakan | 20 | 2 |
| Tembakan tepat sasaran | 12 | 0 |
| Gol | 1 | 0 |
| Kartu merah saat laga | 0 | 1 |
Angka 20 berbanding 2 pada total tembakan menjelaskan pertandingan lebih baik daripada skor 1-0. Spanyol memang tidak efisien dalam penyelesaian akhir, tetapi mereka menciptakan tekanan berulang dan membatasi risiko. Argentina bertahan cukup lama untuk membawa laga ke perpanjangan waktu, bukan untuk mengubah arah permainan.
Tiga Alasan Spanyol Layak Menang
1. Kontrol lini tengah memutus koneksi Messi
Rodri menjaga posisi di depan dua bek tengah sekaligus menjadi titik awal sirkulasi. Ketika Argentina mencoba mengalirkan bola ke Messi, Spanyol mempersempit ruang di antara lini dan memaksa penerima bola membelakangi gawang. Messi tetap menjadi magnet perhatian, tetapi pengaruhnya mengecil karena ia terlalu sering menerima bola jauh dari area berbahaya.
2. Spanyol sabar tanpa menjadi pasif
Penguasaan bola Spanyol bukan sekadar operan horizontal. Mereka terus mengubah titik serangan, memaksa Nicolás González dan Rodrigo De Paul turun lebih dalam, lalu menyerang ruang yang muncul di sisi luar. Kesabaran itu mencegah Argentina mendapatkan transisi yang mereka cari sekaligus menguras energi lini pertahanan.
3. Bangku cadangan memberi solusi yang berbeda
Ferran Torres dan Nico Williams tidak hanya membawa kaki segar. Keduanya mengubah profil serangan: Ferran menyerang area antara bek tengah dan bek sayap, sedangkan Nico memberi akselerasi satu lawan satu. Gol menit ke-106 tercipta dari hubungan dua pemain pengganti tersebut. Ini menjadi kemenangan keputusan taktis, bukan hanya keunggulan kualitas individu.
Pemain yang Menentukan Final
| Pemain | Peran | Dampak |
| Ferran Torres | Pencetak gol | Masuk dari bangku cadangan dan menyelesaikan peluang penentu pada menit ke-106. |
| Nico Williams | Pengubah ritme | Melebarkan pertahanan Argentina dan mengarahkan bola untuk gol kemenangan. |
| Emiliano Martínez | Penjaga peluang | Rangkaian penyelamatannya membuat Argentina bertahan hingga perpanjangan waktu. |
| Rodri | Pengendali tempo | Menjaga sirkulasi, keseimbangan, dan akses umpan Argentina menuju Messi. |
Apa Arti Hasil Ini bagi Spanyol dan Argentina?
Spanyol kini memiliki dua gelar Piala Dunia putra, setelah trofi pertama pada 2010. Menariknya, kedua final dimenangkan dengan skor 1-0 setelah perpanjangan waktu. Tim Luis de la Fuente juga menutup turnamen dengan clean sheet ketujuh dan memperpanjang rangkaian tidak terkalahkan menjadi 38 pertandingan—penegasan bahwa gelar Eropa 2024 bukan puncak sesaat.
Bagi Argentina, hasil ini tetap pahit meski perjalanan ke final menunjukkan daya tahan juara bertahan. Pendekatan konservatif hampir membawa mereka ke adu penalti, tetapi biaya taktisnya terlalu besar: Messi terisolasi, Álvarez kekurangan dukungan, dan pertahanan dipaksa bekerja tanpa jeda. Jika laga ini menjadi penampilan Piala Dunia terakhir Messi, akhir ceritanya bukan tentang kegagalan individu, melainkan tentang sebuah tim yang tidak mampu memberinya cukup akses ke area berbahaya.
Untuk menelusuri skor dari fase gugur hingga final, pembaca dapat membuka semua hasil pertandingan Piala Dunia 2026.
Cara Pasar Taruhan Final Ini Diselesaikan
Ada perbedaan penting antara hasil 1X2 dan tim yang mengangkat trofi. Karena skor setelah 90 menit adalah 0-0, pasar 1X2 waktu normal diselesaikan sebagai seri. Sementara itu, pasar ‘juara turnamen’ atau ‘mengangkat trofi’ dimenangkan oleh Spanyol karena mencakup perpanjangan waktu. Under 2,5 gol dan kedua tim mencetak gol—Tidak juga menjadi hasil yang sesuai dengan skor akhir.
Pembaca yang membandingkan prediksi dengan hasil aktual dapat menggunakan situs taruhan Piala Dunia 2026 sebagai panduan pasar. Selalu periksa apakah suatu pilihan dihitung sampai 90 menit, setelah perpanjangan waktu, atau termasuk adu penalti sebelum menilai hasil tiket.
Inti analisis: Argentina berhasil memperpanjang pertandingan, tetapi tidak berhasil memperluas ancamannya. Spanyol menang karena mampu mempertahankan kontrol sambil menambah variasi serangan melalui pergantian pemain.
Susunan Pemain Spanyol vs Argentina
Spanyol (4-3-3): Unai Simón; Pedro Porro, Pau Cubarsí, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri, Fabián Ruiz, Dani Olmo; Lamine Yamal, Mikel Oyarzabal, Álex Baena. Pelatih: Luis de la Fuente.
Argentina (4-4-2): Emiliano Martínez; Gonzalo Montiel, Cristian Romero, Lisandro Martínez, Nicolás Tagliafico; Rodrigo De Paul, Enzo Fernández, Alexis Mac Allister, Nicolás González; Lionel Messi, Julián Álvarez. Pelatih: Lionel Scaloni.
Kesimpulan
Hasil Spanyol vs Argentina di final Piala Dunia 2026 berakhir 1-0 setelah perpanjangan waktu. Ferran Torres menjadi pembeda pada menit ke-106, tetapi fondasi kemenangan dibangun oleh kontrol lini tengah, kesabaran menyerang, dan pergantian pemain yang tepat. Argentina bertahan dengan disiplin, namun dua tembakan tanpa satu pun tepat sasaran menunjukkan mengapa gelar akhirnya berpindah tangan.
Untuk masuk melalui halaman resmi platform, gunakan akses utama ke BC Game. Pastikan bermain secara bertanggung jawab dan hanya jika telah memenuhi batas usia yang berlaku.
Penulis Artikel Ini:

Rizky Santoso adalah seorang analis dan penulis konten profesional di industri iGaming dengan fokus khusus pada judi bola online dan taruhan olahraga internasional. Dengan pengalaman lebih dari 7 tahun dalam dunia sportsbook digital, Rizky dikenal karena pendekatannya yang berbasis data, transparan, dan mudah dipahami pemain Indonesia.
Ia telah meliput berbagai kompetisi sepak bola dunia serta tren taruhan online, menjadikannya salah satu sumber terpercaya bagi pembaca yang mencari panduan dan analisis tajam.
Visi & Komitmen: Sebagai bagian dari tim editorial BC Game, Rizky berkomitmen menghadirkan informasi yang akurat, terpercaya, dan berorientasi edukasi bagi komunitas pemain Indonesia.